
ARCHITECTURAL Record 02 2008

ARCHITECTURAL Record 04 2008
ARCHITECTURAL Record 10 2007
E book architectural record silakan di copas, file dalam bentuk rar, silakan di ekstrak untuk membukannya…
No pass

ARCHITECTURAL Record 02 2008

ARCHITECTURAL Record 04 2008
ARCHITECTURAL Record 10 2007
E book architectural record silakan di copas, file dalam bentuk rar, silakan di ekstrak untuk membukannya…
No pass

Pada umumnya kota-kota di pantai utara,
Kondisi eksisting alun-alun saat ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang masih berfungsi dengan baik, yaitu:
Seperti halnya sebuah alun-alun
Kegiatan yang paling dominan pada malam hari adalah perdagangan sektor informal, berupa pedagang kuliner dan wahana permainan anak-anak, kegiatan ini berlangsung setiap harinya. Tidak ada segmentasi pada perdagangan ini semuanya berbaur menjadi satu, hanya ada satu jenis dagangan yang berkumpul membentuk satu segmen yaitu pedagang lontong tuyuhan yang berjejer tidak menyebar seperti pedagang lainnya.
Keberadaan pedagang-pedagang ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yag berkunjung di
Seperti pada kebanyakan wilayah, dimana ada pedagang dan menempati ruang publik maka di tempat tersebut berpotensi terjadi masalah, hal inilah yang seharusnya patut di cermati karena jika tidak di tata akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Pada alun-alun
Mungkin beberapa hal patut diperhatikan agar potensi positif yang timbul dari adanya ruang publik akan selalu terpelihara, saling bersinergi antara pelaku kegiatan, pengunjung, penikmat serta regulasi yang diterapkan.
Suatu kawasan didominasi oleh bangunan-bangunan kuno
Pertempuran lima hari di Semarang sebagai latar belakang berdirinya monumen ini, di awali dari Koordinasi Pemuda Indonesia pada tanggal 20 Nopember 1949 yang terlaksana pada tanggal 31 Oktober 1951 oleh prakarsa walikota Semarang Bp. Hadi Soebono Sasrowardoyo dengan membentuk panitian Tugu Muda, dan pada tanggal 10 Nopember 1951 dilakukan perletakan batu pertama oleh Gubernur Boediono dan diresmikan pada tanggal 20 Mei 1953 oleh presiden Soekarno.
Dalam konteks kekinian, kawasan ini menjadi daerah yang menarik untuk dikunjungi masyarakat, potensi kawasan yang dilingkupi bangunan kuno ini menjadikan kawasan ini menimbulkan kesan Semarangan yang kuat.
Bangunan-bangunan yang melingkupi kawasan ini adalah:
- Lawang Sewu
- Gereja Katedral
- Museum Mandala Bakti
- Wisma perdamaian
- Bangunan pasar Bulu
- Gedung Pandanaran
Potensi terpendam dari kawasan ini nampaknya belum menjadi daya tarik masyarakat yang berlalu lalang, sebelum singgah untuk memasuki kawasan ini memang tidak terbangun suasana yang menyenangkan, namun coba untuk memasuki kawasan tugu muda ini, akan timbul rasa yang tidak mudah untuk di dapat pada kawasan lainnya. Dengan nilai historis yang tinggi memang seharusnya tercipta citra kawasan yang jadul atau bahkan mungkin heroik.
Pada kawasan ini merupakan daerah pusat Aset wisata lokal adalah mutiara yang seharusnya di pelihara, di rawat dan di kunjungi supaya khasanah budaya kita tetap terjaga dan jauhkan sifat vandalisme sebagai upaya menjaga keutuhan aset wisata yang tidak ternilai harganya.
Salam hangat dari warga Semarang
Dalam dekapan waktu…
Pada setiap jengkal langkah kaki…
Sebuah keinginan untuk berbagi…
Berawal dari sebuah makna…
Dalam dekapan waktu…
Hanya halusinasi yang membayangi…
Menelan kalimat tak berarti…
Dari setiap alinea kata hati…
Dalam dekapan waktu…
Setiap keinginan yang terungkap…
Hanya sekedar sajak yang dicatat…
Tertimbun pada setiap jejak perjalanan…
Dalam dekapan waktu…
Bukan ini jalan yang harus dipenuhi…
Namun ungkapan pada ujung lidah ini…
Merubah halusinasi menjadi yang pasti…
Dalam dekapan waktu…
Ini bukan saat untuk berbagi…
Ini hanya saat untuk mengerti…
Meringkas setiap kebimbangan hati…
Dalam dekapan waktu…
Setiap detik detak jantung ini…
Merengkuh hati…
Mengisi setiap inci kehidupan ini…
Dibuat untuk diri dan satu yang kuingini…